BAGI KAWAN2 YANG SUDAH MEMILIKI SAHAM YSLM.... AKAN MENIKMATI KEMBALI KENAIKAN ASSET SAHAMNYA.... BAGI YANG BELUM BERGABUNG, SILAHKAN SEGERA BERGABUNG, KARENA, DI BULAN SEPTEMBER, AKAN TERJADI KENAIKAN HARGA SAHAM PER LOT NYA.... INFO LENGKAP, SILAHKAN KONTAK: HP / WA: 085234393795, BB : 7EBB8246..... SUKSES UNTUK KITA SEMUA......
passive income
Rabu, 27 Agustus 2014
Rabu, 13 Agustus 2014
MARKTING PLAN YSLM & MOTIVASI BERMAIN SAHAM
1. PLAN PASSIVE, dimana saham kita akan mengalami SPLIT, setiap 3- 4 bulan sekali.... dan setiap terjadi SPLIT, maka saham kita akan semakin berkembang.... jadi, ASSET kita jg meningkat
2. PLAN AKTIF.... kalau kita sebagai member AKTIF, atau kita mengembangkan jaringan kita, maka selain kita mendapat bonus dr kenaikan harga kurs saham, ataupun dr SPLIT saham,,, kita jg msh mendapat bonus dr pengembangan jaringan.... untuk informasi lbh lanjut: DEDY - 085234393795.......
2. PLAN AKTIF.... kalau kita sebagai member AKTIF, atau kita mengembangkan jaringan kita, maka selain kita mendapat bonus dr kenaikan harga kurs saham, ataupun dr SPLIT saham,,, kita jg msh mendapat bonus dr pengembangan jaringan.... untuk informasi lbh lanjut: DEDY - 085234393795.......
MOTIVASI BERMAIN SAHAM
MOTIVASI BAGI YANG SEDANG TERJUN KE SAHAM..: Lo Kheng Hong, Menjadi Kaya Sambil Tidur
Sembari ongkang-ongkang kaki, lenggang kangkung, dan tidur pulas, Lo Kheng Hong bisa menjadi miliarder di pasar saham dan mengeduk gain hingga 150.000%. Itukah buah filosofi ‘menjadi kaya sambil tidur’?
Bagi ayah dua anak ini, lebih menguntungkan menjadi investor jangka panjang dibanding menjadi trader. “Kalau trading, dapatnya receh dan bisa bikin stres. Kalau pegang saham dalam jangka panjang, dapat uangnya besar,” ujar Kheng Hong.
Kematangan, kecerdasan, ketenangan, dan kesabaran telah menjadikan Lo Kheng Hong sebagai pemain saham sejati. Berkat itu pula ia berhasil lolos dari krisis moneter 1997- 1998, bahkan kemudian menangguk keuntungan hingga 150.000%. ”Waktu krisis 2008, saya sempat jatuh. Malah sewaktu krisis 1997-1998, saya sempat jatuh hingga uang saya tinggal 15%. Tapi uang itu saya tukar ke saham. Akhirnya uang saya meningkat 150.000% sampai saat ini,” tuturnya.
Yang unik, aset kekayaan Lo Kheng Hong hampir seluruhnya dalam bentuk saham sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia sama sekali tidak tergoda untuk mendiversifikasi investasinya ke instrumen lain, seperti emas, properti, atau kendaraan Bahkan, mantan kepala cabang Bank Ekonomi ini sama sekali tak tertarik untuk mendirikan perusahaan, termasuk perusahaan sekuritas.
“Saya hanya punya 15% dana cash untuk jaga-jaga supaya kalau terjadi krisis saya masih punya uang untukmembeli saham. Saya tidak bekerja, tidak punya perusahaan, tidak punya pelanggan seorang pun, tidak punya karyawan seorang pun, dan tak punya bos. Hanya punya seorang sopir dan dua pembantu,” papar Lo Kheng Hong yang sudah 22 tahun bermain saham.
Apa saja tips Lo Kheng Hong hingga ia mampu mengeduk keuntungan besar dari pasar saham? Bagaimana harus bersikap saat pasar mengalami bullish, bearish, atau crash? Berikut petikan lengkap wawancara dengan pria yang mengaku berasal dari keluarga tak mampu dan kelak berniat menyumbangkan kekayaannya kepada fakir miskin tersebut.
Kenapa Anda tertarik bermain saham?
Saya tertarik bermain saham karena saham dapat memberikan keuntungan yang besar dan tidak capek seperti di sektor riil.
Apa enaknya menjadi investor saham?
Pertama, seorang pemain saham dapat menjadi orang yang terkaya di dunia, seperti Warren Buffett. Banyak orang yang tidak tahu dan tidak percaya. Mereka hanya tahu banyak orang yang rugi, orang kaya jadi miskin karena bermain saham, bahkan ada yang bunuh diri karena saham.
Kedua, seorang pemain saham punya banyak waktu, bebas, dan tidak dipusingkan oleh urus-mengurus karyawan, pelanggan, dan lain-lain. Di perusahaan, status investor saham adalah sleeping partner, sehingga waktu luangnya bisa diisi dengan hal-hal yang disukai.
Ketiga, semua keuntungan perusahaan menjadi milik pemegang saham, padahal yang bekerja keras adalah direksi, komisaris, manajer, dan seluruh karyawan, tetapi mereka hanya menerima gaji dan bonus. Mereka tidak punya hak untuk mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan. Memiliki perusahaan yang untung besar seperti memiliki mesin pencetak uang.
Sejak kapan Anda bermain saham?
Saya bermain saham sejak 1989, 22 tahun yang lalu. Saya dilahirkan dari keluarga yang berpenghasilan rendah. Orangtua hanya pegawai kecil. Saat tamat SMA, saya belum punya biaya untuk kuliah. Kemudian saya jadi pegawai tata usaha di bank, waktu itu saya disuruh-suruh untuk fotokopi dan lainnya. Kemudian saya bisa bekerja sambil kuliah. Saya pilih kampus yang murah sesuai kemampuan keuangan. Saat bekerja di bank itulah, saya mulai main saham. Saya sempat menjadi kepala cabang. Saya kemudian keluar dari bank dan fokus main saham.
Anda saat ini punya saham apa saja?
Saya punya saham sekitar 30 emiten, antara lain di Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI), dengan kepemilikan 8,29% lebih. Saham saya banyaknya bukan di LQ45. Kepemilikan saya di saham lain di bawah 5%. Saya tipe investor jangka panjang.
Kalau trading, dapatnya receh, kalau jangka panjang dapat uangnya besar. Saya pegang saham ini sudah enam tahun. Saya beli tahun 2005 seharga Rp 250 dan harganya sempat menyentuh Rp 31.500. Belum saya jual, padahal gain-nya sudah 12.600%.
Cara Anda memilih saham?
Saya lihat manajemen. Apakah menerapkan good corporate governance (GCG) atau tidak. Saya cari dari kompetitornya, biasanya mereka tahu. Saya cari tahu agar tidak beli kucing dalam karung, karena ini menyangkut harta saya. Jangan membeli sesuatu yang tidak kita tahu. Lihat manajemen, apakah pengelolanya jujur atau tidak. Jangan sampai pengelolanya suka ambil uang perusahaan, sehingga saya sebagai sleeping partner dirugikan.
Istilahnya, yang menjadi pertimbangan pertama adalah manajemen, kedua manajemen, ketiga manajemen, baru yang lain. Kemudian lihat sektor usahanya, bagus atau tidak. Ada sektor yang kurang menarik, misalnya sepatu, tekstil, dan garmen. Tetapi ada juga yang menarik, seperti kelapa sawit dan pakan ayam.
Orang banyak makan ayam karena ayam merupakan sumber protein termurah dan dampak negatifnya terhadap kesehatan lebih rendah dibanding yang lain. Perhatikan juga apakah emiten bersangkutan mengalami pertumbuhan atau tidak.
Kriteria pertumbuhan, konkretnya seperti apa?
Ada empat tipe perusahaan. Pertama, perusahaan yang rugi terus, ada yang kadang untung, dan kadang merugi. Kemudian, perusahaan yang untung besar terus, tapi stagnan. Ada juga perusahaan yang growing secara berkala, misalnya dari Rp 2 triliun, Rp 5 triliun, dan seterusnya. Ini perusahaan yang baik dan yang saya cari. Lihat kinerjanya lima tahun ke belakang. Lihat masa lalunya.
Bagaimana jika lima tahun pertama tumbuh, tetapi lima tahun berikutnya ternyata turun?
Biasanya kalau lima tahun ke belakang tumbuh, ke depannya akan mengalami hal yang sama. Kalau sudah lima tahun berturut-turut growing, tandanya itu super company.
Setelah melihat fundamental emiten, apa lagi yang Anda perhatikan?
Harga. Saya lihat dari price to earning ratio (PER)-nya. Jangan bilang saham A karena harganya Rp 250 dibilang murah, dan saham B yang harganya Rp 70.000 dibilang mahal. Maksudnya, saham yang harganya Rp 70.000 bisa lebih murah dibanding saham yang harganya Rp 250. Kita lihat kemampuan emitennya dalam membukukan keuntungan.
Berapa PER yang ideal saat membeli suatu saham?
Saya pikir, yang reasonable untuk dibeli yaitu yang PER-nya di bawah lima kali, itu sangat menarik dan potensial. Tapi biasanya perusahaan yang sudah baik dan manajemennya bagus, PER-nya sudah di atas 10 kali.
Soal timing, kapan saat yang paling tepat untuk masuk pasar?
Yang paling bagus membeli saham adalah saat sedang krisis seperti di Yunani, Eropa, dan AS. Ada pepatah lama yang tidak perlu dilupakan, buy on weakness. Dan, harus be greedy when others are fearful dan sebaliknya, be fearful when others greedy.
Bukankah itu sulit diterapkan?
Saya banyak baca buku tentang Warren Buffett. Saya belajar dari orang yang sudah terbukti berhasil investasi di pasar saham. Dia sudah membuktikannya, bahkan menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Nggak mungkin kan kalau saya belajar dari Bernard Madoff? Ha, ha, ha, ha...
Ternyata orang seperti Madoff, mantan bos bursa Nasdaq tapi tidak bisa mengelola uang nasabah. Ini menunjukkan bahwa dia hanya tahu semua peraturan di bursa saham, tetapi tidak mengetahui bagaimana cara menjadi kaya di pasar saham.
Berarti, kuncinya ada di mental?
Mental bisa bagus saat kita tahu apa yang kita beli. Kebanyakan orang panic karena mereka tidak tahu apa yang mereka beli. Ini pelajaran penting. Saya berikan ilustrasi. Waktu itu saya ke Harvard University, saya tanya biaya kuliah di sana berapa? Ternyata bisa sampai US$ 40.000, keluar dari sana semua jadi orang pintar. Dengan belajar seharga US$ 40.000, kita bisa menjadi orang pintar.
Tapi di pasar saham, kita sudah habiskan puluhan miliar rupiah belum tentu jadi pintar, malah bisa tambah bingung, seperti Madoff yang sudah menghabiskan uang masyarakat sebesar US$ 60 miliar, apakah dia menjadi pintar? Bisa saja di penjara dia berpikir, kenapa saham yang dibeli turun dan yang dijual justru naik.
Jadi, intinya pintar saja tidak cukup. Untuk menjadi investor yang kuat, kita harus mengetahui perusahaan satu per satu. Semua orang bisa seperti itu, asalkan mau baca. Bacalah laporan keuangan emiten satu per satu.
Jadi, Anda tipe investor fundamental?
Saya 100% fundamental karena lihat manajemennya atau pertumbuhan perusahaan. Kalau teknikal, hanya grafik, semuanya diabaikan. Saya yakin itu tidak benar. Tapi memang harus selektif. Dari 400-an saham yang ada di bursa domestik, cukup banyak yang fundamentalnya bagus. Terkadang, ada yang terjebak.
Anda tidak memantau pergerakan harga saham setiap saat?
Kenapa kita pusing? Karena kita beli saham yang tidak kita ketahui. Ada yang tidak bisa tidur karena PER sahamnya 100 kali atau 200 kali. Lalu, kenapa kita tidak bisa tidur kalau PER-nya hanya lima kali?
Bukankah investor sering terbawa arus karena faktor nonfundamental?
Saya lihat investor di pasar modal kebanyakan ikut-ikutan. Saat market mengalami booming, semua masuk. Saat market buang-buang saham, mereka ikut-ikutan. Mayoritas hanya ikut-ikutan dan tidak mengerti apa yang dibeli. Jadi, belajarlah dari orang yang memang sudah berhasil dan ikuti langkahnya. Jangan percaya saat ada iklan yang bilang dapat untung besar saat indeks turun. Kalau bisa seperti itu, hebat sekali. Bahkan, orang sekelas Warren Buffett saja, saat pasar saham AS turun, dia juga mengalami kerugian.
Anda berinvestasi pada instrument selain saham?
Tidak, hanya saham. Hampir semua uang saya ada di pasar modal. Dana tunai saya hanya 15%, sisanya portofolio saham. Kenapa saya sisakan segitu? Itu untuk antisipasi kalau pasar modal kita jatuh, sehingga saya masih bisa beli saham lagi.
Dari mana Anda membiayai kebutuhan hidup sehari-hari?
Saya bisa hidup dari dividen yang saya terima. Misalnya harga saham suatu emiten yang saya beli bulan lalu Rp 610, sekarang harganya Rp 2.375, kemudian saya jual. Awalnya saya berniat menahannya untuk jangka panjang. Tapi kalau untungnya sudah sampai 300% dalam sebulan, saya lepas. Untuk emiten yang bagus sekali, tetap saya keep untuk jangka panjang. Kalau emitennya kurang meyakinkan dan naiknya signifikan, lebih baik saya lepas.
Saat krisis moneter 1997-1998 dan krisis finansial 2008, Anda mengalami kerugian juga?
Saya sempat mengalaminya juga. Waktu krisis 2008, saya sempat jatuh, tapi tetap be greedy when others are fearful. Malah sewaktu krisis 1997-1998, saya sempat jatuh hingga uang saya tinggal 15%. Tapi uang itu saya tukar ke saham, karena saya tahu pasar modal akan naik lagi. Dan, itu terbukti. Akhirnya uang saya meningkat 150.000%.
Bagaimana Anda menyikapi perkembangan harga saham saat ini, terutama yang terkait dengan krisis utang di Eropa dan krisis finansial di AS?
Saat IHSG terkoreksi, wajar saja kalau nilai portofolio saya ikut turun. Tetapi ketika turun, saya sama sekali tidak ikut-ikutan menjual, bahkan saya membeli dan menambah saham saya, karena saya yakin satu hari saham-saham saya akan naik kembali, bahkan dapat lebih tinggi dari sebelumnya.
Apa filosofi hidup Anda?
Filosofi hidup saya adalah bagaimana saya bisa menjadi kaya sambil tidur. Karena di perusahaan status saya adalah sleeping partner, saya tidur tetapi saham-saham perusahaan saya bekerja buat saya secara dahsyat. Getting rich while sleeping. Saya pakai waktu saya delapan jam untuk tidur, selebihnya saya pakai untuk bersenang-senang dan mengerjakan apa yang saya sukai.
Sembari ongkang-ongkang kaki, lenggang kangkung, dan tidur pulas, Lo Kheng Hong bisa menjadi miliarder di pasar saham dan mengeduk gain hingga 150.000%. Itukah buah filosofi ‘menjadi kaya sambil tidur’?
Bagi ayah dua anak ini, lebih menguntungkan menjadi investor jangka panjang dibanding menjadi trader. “Kalau trading, dapatnya receh dan bisa bikin stres. Kalau pegang saham dalam jangka panjang, dapat uangnya besar,” ujar Kheng Hong.
Kematangan, kecerdasan, ketenangan, dan kesabaran telah menjadikan Lo Kheng Hong sebagai pemain saham sejati. Berkat itu pula ia berhasil lolos dari krisis moneter 1997- 1998, bahkan kemudian menangguk keuntungan hingga 150.000%. ”Waktu krisis 2008, saya sempat jatuh. Malah sewaktu krisis 1997-1998, saya sempat jatuh hingga uang saya tinggal 15%. Tapi uang itu saya tukar ke saham. Akhirnya uang saya meningkat 150.000% sampai saat ini,” tuturnya.
Yang unik, aset kekayaan Lo Kheng Hong hampir seluruhnya dalam bentuk saham sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia sama sekali tidak tergoda untuk mendiversifikasi investasinya ke instrumen lain, seperti emas, properti, atau kendaraan Bahkan, mantan kepala cabang Bank Ekonomi ini sama sekali tak tertarik untuk mendirikan perusahaan, termasuk perusahaan sekuritas.
“Saya hanya punya 15% dana cash untuk jaga-jaga supaya kalau terjadi krisis saya masih punya uang untukmembeli saham. Saya tidak bekerja, tidak punya perusahaan, tidak punya pelanggan seorang pun, tidak punya karyawan seorang pun, dan tak punya bos. Hanya punya seorang sopir dan dua pembantu,” papar Lo Kheng Hong yang sudah 22 tahun bermain saham.
Apa saja tips Lo Kheng Hong hingga ia mampu mengeduk keuntungan besar dari pasar saham? Bagaimana harus bersikap saat pasar mengalami bullish, bearish, atau crash? Berikut petikan lengkap wawancara dengan pria yang mengaku berasal dari keluarga tak mampu dan kelak berniat menyumbangkan kekayaannya kepada fakir miskin tersebut.
Kenapa Anda tertarik bermain saham?
Saya tertarik bermain saham karena saham dapat memberikan keuntungan yang besar dan tidak capek seperti di sektor riil.
Apa enaknya menjadi investor saham?
Pertama, seorang pemain saham dapat menjadi orang yang terkaya di dunia, seperti Warren Buffett. Banyak orang yang tidak tahu dan tidak percaya. Mereka hanya tahu banyak orang yang rugi, orang kaya jadi miskin karena bermain saham, bahkan ada yang bunuh diri karena saham.
Kedua, seorang pemain saham punya banyak waktu, bebas, dan tidak dipusingkan oleh urus-mengurus karyawan, pelanggan, dan lain-lain. Di perusahaan, status investor saham adalah sleeping partner, sehingga waktu luangnya bisa diisi dengan hal-hal yang disukai.
Ketiga, semua keuntungan perusahaan menjadi milik pemegang saham, padahal yang bekerja keras adalah direksi, komisaris, manajer, dan seluruh karyawan, tetapi mereka hanya menerima gaji dan bonus. Mereka tidak punya hak untuk mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan. Memiliki perusahaan yang untung besar seperti memiliki mesin pencetak uang.
Sejak kapan Anda bermain saham?
Saya bermain saham sejak 1989, 22 tahun yang lalu. Saya dilahirkan dari keluarga yang berpenghasilan rendah. Orangtua hanya pegawai kecil. Saat tamat SMA, saya belum punya biaya untuk kuliah. Kemudian saya jadi pegawai tata usaha di bank, waktu itu saya disuruh-suruh untuk fotokopi dan lainnya. Kemudian saya bisa bekerja sambil kuliah. Saya pilih kampus yang murah sesuai kemampuan keuangan. Saat bekerja di bank itulah, saya mulai main saham. Saya sempat menjadi kepala cabang. Saya kemudian keluar dari bank dan fokus main saham.
Anda saat ini punya saham apa saja?
Saya punya saham sekitar 30 emiten, antara lain di Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI), dengan kepemilikan 8,29% lebih. Saham saya banyaknya bukan di LQ45. Kepemilikan saya di saham lain di bawah 5%. Saya tipe investor jangka panjang.
Kalau trading, dapatnya receh, kalau jangka panjang dapat uangnya besar. Saya pegang saham ini sudah enam tahun. Saya beli tahun 2005 seharga Rp 250 dan harganya sempat menyentuh Rp 31.500. Belum saya jual, padahal gain-nya sudah 12.600%.
Cara Anda memilih saham?
Saya lihat manajemen. Apakah menerapkan good corporate governance (GCG) atau tidak. Saya cari dari kompetitornya, biasanya mereka tahu. Saya cari tahu agar tidak beli kucing dalam karung, karena ini menyangkut harta saya. Jangan membeli sesuatu yang tidak kita tahu. Lihat manajemen, apakah pengelolanya jujur atau tidak. Jangan sampai pengelolanya suka ambil uang perusahaan, sehingga saya sebagai sleeping partner dirugikan.
Istilahnya, yang menjadi pertimbangan pertama adalah manajemen, kedua manajemen, ketiga manajemen, baru yang lain. Kemudian lihat sektor usahanya, bagus atau tidak. Ada sektor yang kurang menarik, misalnya sepatu, tekstil, dan garmen. Tetapi ada juga yang menarik, seperti kelapa sawit dan pakan ayam.
Orang banyak makan ayam karena ayam merupakan sumber protein termurah dan dampak negatifnya terhadap kesehatan lebih rendah dibanding yang lain. Perhatikan juga apakah emiten bersangkutan mengalami pertumbuhan atau tidak.
Kriteria pertumbuhan, konkretnya seperti apa?
Ada empat tipe perusahaan. Pertama, perusahaan yang rugi terus, ada yang kadang untung, dan kadang merugi. Kemudian, perusahaan yang untung besar terus, tapi stagnan. Ada juga perusahaan yang growing secara berkala, misalnya dari Rp 2 triliun, Rp 5 triliun, dan seterusnya. Ini perusahaan yang baik dan yang saya cari. Lihat kinerjanya lima tahun ke belakang. Lihat masa lalunya.
Bagaimana jika lima tahun pertama tumbuh, tetapi lima tahun berikutnya ternyata turun?
Biasanya kalau lima tahun ke belakang tumbuh, ke depannya akan mengalami hal yang sama. Kalau sudah lima tahun berturut-turut growing, tandanya itu super company.
Setelah melihat fundamental emiten, apa lagi yang Anda perhatikan?
Harga. Saya lihat dari price to earning ratio (PER)-nya. Jangan bilang saham A karena harganya Rp 250 dibilang murah, dan saham B yang harganya Rp 70.000 dibilang mahal. Maksudnya, saham yang harganya Rp 70.000 bisa lebih murah dibanding saham yang harganya Rp 250. Kita lihat kemampuan emitennya dalam membukukan keuntungan.
Berapa PER yang ideal saat membeli suatu saham?
Saya pikir, yang reasonable untuk dibeli yaitu yang PER-nya di bawah lima kali, itu sangat menarik dan potensial. Tapi biasanya perusahaan yang sudah baik dan manajemennya bagus, PER-nya sudah di atas 10 kali.
Soal timing, kapan saat yang paling tepat untuk masuk pasar?
Yang paling bagus membeli saham adalah saat sedang krisis seperti di Yunani, Eropa, dan AS. Ada pepatah lama yang tidak perlu dilupakan, buy on weakness. Dan, harus be greedy when others are fearful dan sebaliknya, be fearful when others greedy.
Bukankah itu sulit diterapkan?
Saya banyak baca buku tentang Warren Buffett. Saya belajar dari orang yang sudah terbukti berhasil investasi di pasar saham. Dia sudah membuktikannya, bahkan menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Nggak mungkin kan kalau saya belajar dari Bernard Madoff? Ha, ha, ha, ha...
Ternyata orang seperti Madoff, mantan bos bursa Nasdaq tapi tidak bisa mengelola uang nasabah. Ini menunjukkan bahwa dia hanya tahu semua peraturan di bursa saham, tetapi tidak mengetahui bagaimana cara menjadi kaya di pasar saham.
Berarti, kuncinya ada di mental?
Mental bisa bagus saat kita tahu apa yang kita beli. Kebanyakan orang panic karena mereka tidak tahu apa yang mereka beli. Ini pelajaran penting. Saya berikan ilustrasi. Waktu itu saya ke Harvard University, saya tanya biaya kuliah di sana berapa? Ternyata bisa sampai US$ 40.000, keluar dari sana semua jadi orang pintar. Dengan belajar seharga US$ 40.000, kita bisa menjadi orang pintar.
Tapi di pasar saham, kita sudah habiskan puluhan miliar rupiah belum tentu jadi pintar, malah bisa tambah bingung, seperti Madoff yang sudah menghabiskan uang masyarakat sebesar US$ 60 miliar, apakah dia menjadi pintar? Bisa saja di penjara dia berpikir, kenapa saham yang dibeli turun dan yang dijual justru naik.
Jadi, intinya pintar saja tidak cukup. Untuk menjadi investor yang kuat, kita harus mengetahui perusahaan satu per satu. Semua orang bisa seperti itu, asalkan mau baca. Bacalah laporan keuangan emiten satu per satu.
Jadi, Anda tipe investor fundamental?
Saya 100% fundamental karena lihat manajemennya atau pertumbuhan perusahaan. Kalau teknikal, hanya grafik, semuanya diabaikan. Saya yakin itu tidak benar. Tapi memang harus selektif. Dari 400-an saham yang ada di bursa domestik, cukup banyak yang fundamentalnya bagus. Terkadang, ada yang terjebak.
Anda tidak memantau pergerakan harga saham setiap saat?
Kenapa kita pusing? Karena kita beli saham yang tidak kita ketahui. Ada yang tidak bisa tidur karena PER sahamnya 100 kali atau 200 kali. Lalu, kenapa kita tidak bisa tidur kalau PER-nya hanya lima kali?
Bukankah investor sering terbawa arus karena faktor nonfundamental?
Saya lihat investor di pasar modal kebanyakan ikut-ikutan. Saat market mengalami booming, semua masuk. Saat market buang-buang saham, mereka ikut-ikutan. Mayoritas hanya ikut-ikutan dan tidak mengerti apa yang dibeli. Jadi, belajarlah dari orang yang memang sudah berhasil dan ikuti langkahnya. Jangan percaya saat ada iklan yang bilang dapat untung besar saat indeks turun. Kalau bisa seperti itu, hebat sekali. Bahkan, orang sekelas Warren Buffett saja, saat pasar saham AS turun, dia juga mengalami kerugian.
Anda berinvestasi pada instrument selain saham?
Tidak, hanya saham. Hampir semua uang saya ada di pasar modal. Dana tunai saya hanya 15%, sisanya portofolio saham. Kenapa saya sisakan segitu? Itu untuk antisipasi kalau pasar modal kita jatuh, sehingga saya masih bisa beli saham lagi.
Dari mana Anda membiayai kebutuhan hidup sehari-hari?
Saya bisa hidup dari dividen yang saya terima. Misalnya harga saham suatu emiten yang saya beli bulan lalu Rp 610, sekarang harganya Rp 2.375, kemudian saya jual. Awalnya saya berniat menahannya untuk jangka panjang. Tapi kalau untungnya sudah sampai 300% dalam sebulan, saya lepas. Untuk emiten yang bagus sekali, tetap saya keep untuk jangka panjang. Kalau emitennya kurang meyakinkan dan naiknya signifikan, lebih baik saya lepas.
Saat krisis moneter 1997-1998 dan krisis finansial 2008, Anda mengalami kerugian juga?
Saya sempat mengalaminya juga. Waktu krisis 2008, saya sempat jatuh, tapi tetap be greedy when others are fearful. Malah sewaktu krisis 1997-1998, saya sempat jatuh hingga uang saya tinggal 15%. Tapi uang itu saya tukar ke saham, karena saya tahu pasar modal akan naik lagi. Dan, itu terbukti. Akhirnya uang saya meningkat 150.000%.
Bagaimana Anda menyikapi perkembangan harga saham saat ini, terutama yang terkait dengan krisis utang di Eropa dan krisis finansial di AS?
Saat IHSG terkoreksi, wajar saja kalau nilai portofolio saya ikut turun. Tetapi ketika turun, saya sama sekali tidak ikut-ikutan menjual, bahkan saya membeli dan menambah saham saya, karena saya yakin satu hari saham-saham saya akan naik kembali, bahkan dapat lebih tinggi dari sebelumnya.
Apa filosofi hidup Anda?
Filosofi hidup saya adalah bagaimana saya bisa menjadi kaya sambil tidur. Karena di perusahaan status saya adalah sleeping partner, saya tidur tetapi saham-saham perusahaan saya bekerja buat saya secara dahsyat. Getting rich while sleeping. Saya pakai waktu saya delapan jam untuk tidur, selebihnya saya pakai untuk bersenang-senang dan mengerjakan apa yang saya sukai.
INFORMASI LEBIH LANJUT MENGENAI SAHAM, TERUTAMA YSLM, SILAHKAN KONTAK: DEDY IRAWAN..- HP / WA :085234393795. BB: 7EBB8246........
KENAIKAN HARGA SAHAM YSLM
BERDASARKAN INFORMASI DARI yslm, MAKA HARGA SAHAM AKAH MENGALAMI SPLIT PADA 15 SEPTEMBER 2014...SIAP2 ASSET SAHAM KITA AKAN BERLIPAT GANDA..... SAHAM AKAN NAIK MENJADI 3,0 RMB, DARI HARGA SEKARANG 1,35 RMB..... siap2 PANEN ... BAGI YG SDH BERGABUNG, SILAHKAN MENAMBAH LOT SAHAM... BAGI YG BLM BERGABUNG, SILAHKAN SEGERA MERAPAT...........
YANG BELUM BERGABUNG, SILAHKAN BERGABUNG PADA BISNIS YG SANGAT MUDAH DIJALANKAN..... HUB : DEDY IRAWAN, HP / WA : 085234393795, BB : 7EBB8246
Kamis, 24 Juli 2014
PROFIL PERUSAHAAN YSLM
PROFILE PERUSAHAAN
YSLM.HK dan CDTUP Didirikan oleh Zhang Jian, Seorang Pengusaha Muda berusia 26 Tahun dari China. Zhang Jian bercita - cita ingin Memberikan Peluang agar Orang lain bisa menjadi Kaya, dan dia sendiri di 5 tahun mendatang ingin menjadi orang kaya seperti Mark Zuckerberg (Pendiri Facebook), Bill Gate (Pendiri Microsoft), Zeff Bezos (Pendiri Amazon.com), dan Seperti Orang kaya lainnya yang mempunyai prestasi di bidang Teknologi.
Walaupun masih muda, Zhang Jian memiliki prestasi yang sangat luar biasa.
| Berikut beberapa diantara Prestasinya : | ||||||||||||||||||
|
Saat ini YSLM dan CDTUP sudah masuk ke beberapa negara diantaranya : Jepang, Korea, Amerika, Malaysia dan Indonesia pada tahun 2014 ini.
Walaupun secara resmi belum membuka cabang di Indonesia, tetapi YSLM sudah bisa menerima member dari Indonesia.
Berikut adalah beberapa Foto dan dokumen yang kami dapat dari member YSLM di Malaysia.
informasi lebih lanjut, silahkan kontak saya, dedy irawan, HP / WA : 085234393795, BB: 7EBB8246 |
Rabu, 23 Juli 2014
mengenal bisnis YSLM
Bercita - Cita Ingin Menjadi Orang Terkaya di Dunia dalam 5 Tahun Mendatang, Seorang Pengusaha Muda dari China bernama Zhang Jian Berusia 26 Tahun Telah Menciptakan YSLM, Sebuah System Bisnis Yang Fenomenal Beromset $16.8 Milyar dalam 1 Tahun, System ini TERBUKTI bisa Meningkatkan Kondisi Finansial Banyak Orang di beberapa negara ke Level yang Lebih baik.
Apa Sih Hebatnya Bisnis YSLM hingga Bisa membuat100 Juta Orang di China Beramai - ramai Menjalankan bisnis ini, Dan Mengapa di Malaysia juga Bisnis ini Amat Sangat diminati... Apakah Peluang bisnis ini akan diminati juga di Indonesia?
Rekan Netter Indonesia,
Selamat datang di yslmindonesia.com,
Melalui website ini kami dari Tim Yslm Indonesia ingin memperkenalkan sebuah peluang bisnis yang saat ini sedang ramai di China, Malaysia, Vietnam, dan beberapa negara Asia lainnya yaitu bisnis YSLM.
Di Indonesia bisnis ini memang masih sangat baru, belum banyak terdengar karena orang yang menjalankannya masih terbatas. Tapi kami optimis dalam beberapa bulan ke depan bisnis ini akan Booming seperti di beberapa negara lainnya. Karena itu kami hadir disini untuk mensupport anda dan bersama - sama mengembangkannya di Indonesia. Jadi untuk anda yang sedang mencari sebuah peluang usaha atau ingin mengetahui lebih banyak tentang bisnis ini, silahkan simak kehebatan bisnis yslm berikut.
YSLM adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan yang menjual berbagai macam produk yang dibutuhkan masyarakat, mulai dari produk peralatan rumah tangga, Pakaian, Sepatu, Tas, Alat - alat elektronik, Gadget, Perlengkapan Komputer - laptop, Alat Tulis Kantor, Sepeda Motor dan lain – lain. Produk - produk yslm dipasarkan secara online (eCommerce) melalui 2000+ Portal yang terintegrasi dengan CDTUP.COM dan Offline melalui Retail Shop yang tersebar di beberapa negara dimana cabang YSLM berada.
Saat ini YSLM memiliki 3000 item produk, dan produknya dijual kepada member dengan harga 50% lebih murah dari harga dipasaran.
Apabila anda menjadi member di YSLM selain anda bisa mendapatkan produk dengan harga diskon 50%, anda juga berpeluang untuk mendapatkan Penghasilan.
Di YSLM terdapat 2 macam sumber income untuk Anda, yaitu :
1. PASSIVE INCOME
Passive Income akan didapatkan melalui E-Share atau kepemelikan saham. Besarnya Profit E-Share adalah 100% dari nilai E-Share yang anda beli saat anda mendaftar menjadi anggota Yslm. Profit dari E-Share ini hanya bisa diambli (Withdraw) setiap 3 bulan sekali atau 4 kali dalam satu tahun.
Ada 4 Paket Keanggotaan yang ditawarkan oleh Yslm :
Semakin besar paket keanggotaan yang dipilih akan semakin besar pula Passive Income yang akan anda dapatkan. Profit E-Share anda bisa diambil (withdraw) atau disimpan di E-wallet untuk keperluan upgrade ke paket yang lebih besar, atau untuk menambah account baru.
Bagi anda yang ingin uangnya bekerja untuk anda, yslm bisa dijadikan alternatif untuk investasi uang anda.
2. ACTIVE INCOME
Selain Anda bisa mendapatkan produk dengan harga lebih murah, kemudian bisa mendapatkan Passive Income dari E-Share, Anda juga bisa mendapatkan Active Income sebagai Bonus Jaringan apabila anda bisa mengajak orang lain untuk bergabung di bisnis Yslm ini. Besarnya bonus jaringan berkisar antara 10% - 60% dari satu HU (500 RMB).
Bonus jaringan yslm sangat menarik, karena yslm menggunakan system binary, yaitu system network marketing modern dimana seorang member hanya dibolehkan memiliki 2 kaki saja yaitu kiri dan kanan dengan kedalaman tak terhingga (infinity). Jadi Kalau anda bisa mengajak lebih dari 2 orang, maka orang ke 3, 4, 5, dst. harus anda Spill Over ke Member yang ada di bawah anda.
Berikut adalah detail dari Bonus Active Income :
| 1. | Bonus Sponsor |
YSLM Memberikan Bonus Sponsor sebesar 20% dari 500 RMB (Harga Satu HU).
| |
| 2. | Bonus Pasangan (Pairing) |
Bonus Pairing untuk level 1 - 5 sebesar 60% dan untuk level 6 dan selanjutnya (infinity) sebesar 10%.
|
Presentase Bonus jaringan yang diberikan YSLM cukup besar sehingga hanya dengan mensponsori 2 orang member saja, modal sudah bisa kembali.
Contoh :
Potensi Income anda per hari untuk satu HU = 500 RMB / Rp. 1 Juta. Bila anda Upgrade, maka Potensi Income Anda antara 3.000 RMB - 30.000 RMB. (Rp. 6 - 60 Juta Perhari).
Untuk Penjelasan lengkap tentang Bonus Jaringan atau Marketing Plan Silahkan klik Compansation
REWARD MOBIL MEWAH
Satu hal lagi yang menarik dari bisnis yslm adalah pemberian reward mobil mewah yang bisa dicapai dengan jumlah E-Share 600 lot di kaki kanan dan 600 lot di kaki kiri. Tidak perduli berapa banyak jaringan yang dimiliki oleh seorang member, namun yang penting jumlah lot yang dimiliki memenuhi syarat 600 lot di kanan dan 600 lot di kiri. Artinya member bisa mendapatkan Reward Mobil mewah walaupun jumlah jaringannya hanya 20 di Kanan dan 20 di kiri asal syaratnya terpenuhi atau masing - masing member memiliki E-Share 30 lot.
Di Indonesia sudah ada 3 Orang yang mendapatkan Reward Mobil Mewah ini, sedangkan di Malaysia sudah 280 Orang, padahal Kantor Cabang YSLM di Malaysia baru diresmikan tanggal 15 Januari 2014.
| |||
Bpk. Edi Wiyono Peraih BMW dari Surabaya.
|
YSLM MART (OPTIONAL)
Ternyata masih ada satu lagi yang bisa anda jadikan sumber income di YSLM, tapi ini hanya untuk anda yang memiliki Produk sendiri. YSLM akan memfasilitasi anda dengan Toko online YSLM MART yang terintegrasi dengan CDTUP.COM. Semua proses Penjualan toko online anda diurus oleh CDTUP dan anda akan dibayar setiap bulannya.
Jadi kalau anda punya produk sendiri dan ingin dipasarkan secara luas melalui jaringan bisnis YSLM, maka kesempatan ini sangat bermanfaat untuk anda.
Berikut adalah Contoh YSLM Mart yang sudah terintegrasi dengan CDTUP.COM :
Rekan Netter Indonesia, kami sudah memberikan penjelasan tentang bisnis YSLM ini kepada anda. Intinya Di bisnis ini anda aktif atau tidak, anda tetap akan mendapatkan Bonus, dan anda bisa mendapatkan Bonus yang lebih besar apabila anda aktif dalam membangun jaringan. Bila anda berminat untuk bergabung dengan YSLM, Segera ambil keputusan untuk bergabung bersama Tim YSLM INDONESIA.
Dengan bergabung bersama kami, anda tidak perlu repot - repot mengejar prospek anda secara face to face, karena anda akan mendapatkan Support berupa Website Replika seperti website ini, dan berbagai Tools untuk mempermudah anda dalam membangun jaringan, seperti : Banner, template email, Video Marketing dan lain - lain.
Rekan Netter, Apa yang anda dapatkan hari ini adalah hasil keputusan dan tindakan - tindakan anda di masa lalu. Dan Apa yang akan anda dapatkan di Masa Depan adalah Hasil dari Keputusan dan Tindakan yang anda Lakukan Hari Ini. Jadi Kalau anda Berharap untuk Mendapatkan Hasil yang Berbeda di waktu mendatang maka lakukanlah hal yang berbeda mulai saat ini.
untuk informasi lebih lanjut, silahkan hub, saya:
- DEDY IRAWAN
- HP / WA : 085234393795 , BB: 7EBB8246
Langganan:
Komentar (Atom)



